Sabtu, 15 Februari 2014

Don’t kiss me ! I just wanna know you more



Mungkin dengan aku nggak pelihara hewan ada manfaatnya juga. Jujur aja tiap kali pelihara hewan apapun itu hasilnya pasti gagal. Mulai dari pelihara hamster yang beberapa minggu kemudian ditemukan terkapar kaku di dalam kendang. Pelihara kelinci yang entah diapain sama adek dan ditemukan mati lemas setelah dibanting sama adek. Pelihara ikan koki yang lucu menggemaskan, dan kura-kura brazil yang dulu sempat ngetrend dan harganya waktu itu sekitar 3000 perak. Kemudian ditinggal mudik beberapa hari dan waktu pulang mudik ikannya udah ngambang diatas akuarium, sedangkan kura kuranya bertahan entah beberapa tahun kemudian karena aku sibuk sendiri akhirnya kura kuranya mati juga. Pelihara ayam warna warni yang dijual di pasar, terus beberapa hari kemudian keinjek. Sempet pelihara ayam kampung dan agak bertahan lama karena bantuan dari orang tua juga waktu melihara, tapi endingnya ayam itu dimakan waktu acara tahun baru. Maaf yam, aku khilaf. Hahaha.
Ya bener sih kalau kalian pelihara hewan rasanya menyenangkan. Seolah kalian punya tanggung jawab terhadap keberadaan hewan yang kalian pelihara. Apalagi waktu jaman SD dulu, rasanya keren banget punya hewan peliharaan. Rasanya seneng banget waktu cerita ke temen-temen kalo punya hewan peliharaan. Tapi seiring perjalanan waktu, lama lama rasanya ngurus hidup sendiri aja udah susah ditambah ngurus binatang yang entah siapa bapak ibunya. Duh seolah mereka lama-lama jadi beban. Itu pendapatku, entah pendapat kalian gimana. Mungkin bagi orang yang dari awalnya seorang pecinta hewan mungkin beda lagi pendapatnya.
Mungkin aku nganggep kalo ke-kerenan melihara hewan itu cuma bertahan sampai SD, dan gak berlanjut kemana mana. Dan ternyata setelah masuk kuliah jurusan kedokteran hewan semuanya seolah kembali terulang. Masa-masa bangga punya hewan peliharaan kembali berjaya. Semua mahasiswa disini kebanyakan punya hewan yang mereka pelihara di rumah atau bahkan hewan yang dipelihara di peternakan (baca : punya peternakan). Nah aku ? bahkan buat melihara satu hewan aja gagal ! Mungkin habis ini aku bakal pelihara sesuatu. Pelihara hubunganku sama pacar sampai ke pelaminan kali yaa #eaa haha :D
Baru baru ini aku sempat baca di salah satu situs di Internet (detikdotcom) kalo  ternyata (sebenernya udah dari dulu juga sih) kalo kita jangan cium-cium hewan sembarangan ! Nah loh, mungkin semua orang sudah tau kalo kucing liar yang biasanya mangkal di deket pasar emang gak seharusnya dicium. Tapi bagaimana dengan mencium peliharaan sendiri ? kan peliharaan kita udah sangat bersih. Bersih dari kasus kejahatan dan bersih dari korupsi dan apapun tindakan pidana lainnya, jadi bisa mencalonkan sebagai caleg partai apa saja. Lupakan, penulis mulai kehilangan kesadaran _-_ .
Mungkin kalau sekedar bersih aja semua hewan terlihat bersih asal tidak dikelilingi lalat. Atau mungkin bersih itu karana mereka tidak berlumuran lumpur. Well, bersih itu relatif bagi beberapa orang yang khususnya hanya melihat hewan besih karena sudah mandi.Sebenarnya kebesihan bukan dilihat dari seperangkat ritual mandi mulai dari cuci creambath atau apapun. Kebersihan hewan peliharaan juga ditinjau dari makanan apa yang mereka makan dan kandang yang mereka tempati. Kandang yang tidak bersih sangat berpengaruh terhadap kondisi kejiwaan hewan.
Masalah cim – mencium dengan hewan tentu saja boleh, asal dengan catatan hewan yang dicium bersih.sebuah studi di jepang pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kebiasaan mencium hewan peliharaan atau membiarkan hewan peliharaan menjilat mulut pemiliknya dapat mengakibatkan infeksi pada gusi pemilik. Bahkan apabila infeksi tersebut dibiarkan dan tidak kunjung diobati, infeksi tersebut dapat berlanjut menjadi penyakit gusi yang lebih parah.atau biasanya disebut dengan Periodentitis. Penyakit tersebut menyebabkan pembusukan tulang rahang berikut celah diantara gusi dan gigi sehingga membuat pemilik peliharaan menjadi cepat kehilangan gigi, atau biasanya bahasa kerennya ompong.
Kan serem banget kan ? bahkan lansia dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah tidak dianjurkan untuk sering sering berdekatan dan kontak langsung dengan hewan-hewan peliharaan terutama yang banyak mempunyai bulu. Karena  daya tahan tubuh yang rendah dapat mengakibatkan mudah terifeksi bakteri dan virus yang menempel di hewan peliharaan. apalagi pada bayi yang sistem kekebalannya masih dalam proses.
Jadi masih berencana mencium hewan yang belum bersih ? sepertinya tidak. Masih sayang diri sendiri kan ?

0 komentar:

Posting Komentar