Rabu, 08 Januari 2014

FF Bigbang. Gwenchanayo ?


Ada 5 namja yang begitu mempesona ada di depanmu dan salah satu dari mereka merupakan namjachingu-mu, kau tidak berani mendekat atau menyapanya. Kau hanya diam ditempatmu, padahal kelima namja itu akan segera berangkat ke suatu tempat untuk menjalankan tugas wajib militer mereka selama hampir 2 tahun dan kau tidak akan bisa melihatnya selama itu juga. Kau begitu sedih melihat kepergiannya, bahkan perpisahan semalam tadi tidak cukp untuk melepas kepegiannya. Hari ini kau datang diantara kerumunan orang lainya, dan kerumunan orang yang memuja kelima namja yang begitu mempesona dan tentu saja salah satunya merupakan namjachingu-mu. Kau begitu ingin berlari memeluknya, hanya saja kau tidak punya cukup keberanian untuk melakukannya. Kau tertunduk, tidak sanggup memperlihatkan butiran air yang kini sudah mulai terjun bebas ke pipimu. Setelah kau menghapus air mata yang cukup untuk meluapkan kesedihanmu kau kembali melihat kedepan, melihat kepergian orang yang kau sayang itu. Tapi tiba-tiba kau tidak percaya dengan apa yang kau lihat, kau mengerjabkan mata dan mulai berfikir itu tidak akan terjadi, Namjachingu-mu berlari ke arahmu sebelum akhirnya pergi…..

 

 Kang Daesung

Dia bertanya kepadamu “Kau tau musim apa sekarang ? “ Pertanyaan bodoh macam apa yang dia tanyakan saat perisahan seperti ini ? apaka tidak ada yang lebih buruk lagi ?  kau hanya diam tak sanggup untuk menjawab bahwa sekarang adalah musim dingin yang bahkan terlalu dingin untuk kau jalani sendiri tanpa malaikat yang penuh senyum itu. Namja itu menatapmu sangat lekat, sangat dekat dan bahkan kau tak berani menatap matanya secara langsung, kau hanya melihat kebawah walaupun wajahmu seolah menatap ke arahnya. “Everythings gonna be okey” dia berkata begitu dengan penuh harapan seolah dia akan datang bersama musim semi dan menghangatkan kembali hatimu yang terlalu dingin kemudian dia mengecup keningmu dan tersenyum kemudian pergi menuju 4 namja lainnya yang telah menunggunya. Singkat, itu yang kau rasakan, tapi kau kira itu cukup untuk membuatmu menahan rindu yang akan kau rasakan kedepannya. Saat kau melihat punggungnya yang mulai menjauh, dia melambaikan tangannya padamu tanpa menoleh ke belakang karna dia juga bahkan tidak terlalu kuat meniggalkanmu sendiri di musim dingin ini.

 

Choi Seung Hyun

Kau tersentak karena ada yang mengacak rambutmu pelan, ternyata itu adalah namjachingu-mu. Ini nyata. Dia tersenyum penuh arti kemudian berkata “Mungkin aku terlalu bodoh untuk merayumu, bahkan banyak yang tidak percaya bahwa aku bisa mendapatkan yeoja cantik sepertimu” dia masih menempelkan tangannya di kepalamu dan kembali mengacak rambutmu pelan. Tatapannya begitu menyenangkan dan sedikit nakal tentunya, kau sudah sangat terbiasa dengan mata itu, mata yang selama ini kau tau telah memilikinya.dia kembali akan bebicara padamu namun sedikit ragu bahwa kau akan tidak senang dengan ucapannya tapi dia memutuskan untuk mengucapkannya “maukah kau menjadi pengantinku saat aku kembali ?” tentu saja kau terkejut tapi kau mengangguk bahagia sambil berlinang air mata. Tangan namja itu yang dari tadi berada di kepalamu kemudian memelukmu erat seakan tidak ingin melepaskanmu, saat dia melepaskan pelukannya dia pergi berlari meninggalkanmu menuju ke 4 temannya.

 

Dong Youngbae

Namja itu perlahan mendekatimu dari tempatnya berdiri tadi, kau masih tidak bergerak dari tempatmu melihatnya juga. Namja itu makin mendekat padamu tanpa satu ekspresipun terlihat di wajahnya, makin dekat sampai akhirnya dia ada di depanmu. Tiba-tiba dia berkata sesuatu padamu, namun kau tidak bisa mendengar suaranya. Kau bertanya padanya apakah dia bisa mengulang kembali karna kau tidak bisa mendengar apa yang dia ucapkan, namun dia hanya tersenyum dan kemudian berkata “apakah kau ingin tau apa yang barusan ku ucapkan ?” kau mengangguk, kemudian namja itu mendekatkan bibirnya ke telingamu dan membisikkan apa yang tadi dia katakan “sarangheyo, neomu sarangheyo” kemudian dia kembali ke depanmu dengan senyuman manis itu, senyum khasnya yang kadang terlihat amat manis, tapi untuk saat ini senyumnya begitu menawan. Tiba-tiba dia memegang tanganmu dan menyelipkan cincin yang sederhana tapi kau menyukainya karna kesederhanaannya, sama seperti orang yang memberikan cicin itu. “chagiya, saat aku kembali maukah kau menjadi ibu untuk anak-anakku kelak ?” kau heran padanya karena selama ini dia bahkan tidak pernah mengatakan bagaimana perasaannya padamu, dia hanya memintamu menjadi yeojachingu-nya dan kau menerimanya karna kau memang menyukainya bahkan mencintainya saat pertama kali melihatnya. Kau tau pasti akan menjawab apa padanya untuk pertanyaan yang satu itu, kau mengangguk dan dia tersenyum. Dia berjalan mundur meninggalkanmu, dengan tersenyum. Namja itu menari-nari bahagia menuju ke 4 teman seperjuangannya itu. Saat dia kembali, kau akan siap. Sangat siap untuk memulai sebuah keluarga bersama orang yang kau sayangi itu.

 

Lee Seung Hyun

Dia berlari begitu terburu-buru, dia yang paling muda diantara kelima namja yang bersiap pergi bersama itu. Dari jauhpun kau tau bahwa itu adalah namjachingu-mu, kau tidak habis pikir dengan apa yang dia pikirkan ketika berniat mengikuti sunbaenya yang melaksanakan wajib militer. Kau tau bahwa seharusnya dia bisa menunda wajib militernya beberapa tahun lagi, dia masih sangat muda. Setelah dia dihadapanmu, dia diam. Entah apa yang dia pikirkan, kenapa berlari terburu-buru kemudian diam begitu saja. Dia menarik nafas pajang, sangat panjang untuk menyadarkanmu akan kehadirannya. Kemudian dia mulai berbicara,  “apa kau tau bahwa saat wajib militer nanti aku akan menjadi orang yang serius ?” kau mengangguk. “Chagiya, ayo foto bersamaku sebelum rambutku dicukur habis. Saat aku pulang nanti kau mungkin akan lupa bagaimana wajahku yang lucu ini.” dia mengakhiri kata-katanya dan memintamu mengeluarkan handphonemu, dan kalian berfoto bersama. Dia terlihat seperti biasanya, lucu, menggemaskan, dan tentunya sangat tampan. “chagiya, tunggulah aku pulang ! aku pasti kembali, saat kau menjemputku nanti jangan lupa membawa sebuah kamera ! aku ingin melihat bagaimana aku setelah wajib militer ini” dia berjalan menjauh dan masih dengan berteriak “pastikan juga kau tidak berpaling dariku, Chagiya.Aku mencintaimu.” Kau mengangguk sekalipun dia tidak melihatmu. Dia berjalan menjauh. Sampai jumpa Lee Seung Hyun.

 

Kwon Jiyong

Dari langkahnya saja kau tau bahwa dia adalah namjachingu-mu. Ya, langkah dan wajah yang begitu berwibawa sudah sangat melekat padanya. Kau baru saja menjadi yeojanya, tapi tiba-tiba dia memutuskan untuk melaksanakan wajib militer karena ke empat teman dekatnya mengajaknya. Mungkin ini baik untuknya, tapi tidak untukmu yang merupakan pasangan yang baru. Kau akan merindukannya entah sampai kapan, mungkin sampai dia pulang dari wajib militernya. Dia sudah ada di depanmu, sedikit cemberut, tapi menurutmu itu membuatnya sedikit tampan. Dia mulai mengatakan sesuatu, “kau tau, aku akan merindukan rambutku.” Mwo ? kau bertana-tanya kenapa orang ini begitu tidak romantis sekalipun akan berpisah. “dan kau tentunya” lanjutnya dengan senyum yang begitu mempesona, sehingga kau pun ikut tersenyum bersamanya. Dia bertanya kepadamu, “ Apakah kepergianku untuk wajib militer akan memakan waktu yang lama ?” kau mengangguk, kemudian dia melanjutkan pertanyaannya lagi seolah akan mewancaraimu, “Mengapa kau bilang itu begitu lama ?”kau diam, sebagai yeojanya waktu selama 2 tahun itu cukup lama untuk hidup bahakan tanpa pesan singkat darinya. Dia memegang bahumu pelan, dan mulai tersenyum kembali dan mulai berkata pelan, “Chagiya, neomu mianhe karena meninggaklanmu selama itu. Tapi aku yakin waktuku akan lebih lama setelah aku kembali dan melamarmu untuk menjadi yeojaku.” Jantungmu berdetak begitu keras, mungkin jika kau punya sakit jantung mungkin kau bisa kterkena serangan jantung saat itu juga. Dia menarikmu perlahan ke pelukannya dan berbisik “bersiaplah untuk menjadi bagian dari keluarga Kwon.” Setelah itu dia melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh darimu, kau melambaikan tangan dan dia membalasnya. Kau melihat kelima namja itu menjauh dari pandanganmu, begitu pula namjachingu-mu.

End

0 komentar:

Posting Komentar